Sabtu, 14 Desember 2013

Belajar LCD. 6 - SCALER

Teve CRT biasa gambar dari siaran yang diterima maupun gambar dari AV-in setelah melalui proses demodulator menjadi sinyal RGB langsung dapat didisplaykan lewat ke tabung CRT. Berbeda dengan teve LCD - sinyal digital RGB sebelum diumpankan ke Front Panel Display (FDP) harus melalui proses “konversi” dahulu karena adanya perbedaan resolusi gambar dengan resolusi FPD. Sirkit yang digunakan untuk mengkonversikan perbedaan resolusi ini dinamakan ‘SCALER” yang merupakan sirkit paling penting pada proses teve maupun monitor LCD.
  • Scaler adalah merupakan sirkit digital yang berfungsi untuk mengkonversi data gambar dengan resolusi tertentu menjadi data gambar dengan resolusi yang lain yang berbeda
  • Input dari scaler adalah sinyal gambar, sinyal OSD, sinyal teletext, setelah melalui  proses  Analog to Digital Converter (A/D Converter)
  • Output dari scaler berhubungan dengan sirkit LVDS transmiter
  • Sirkit scaler biasanya dibantu oleh sebuah memori sejenis SDRAM
  • Istilah lain untuk sirkit scaler = Image Scaler = IP Converter = Graphic Signal Processor = Format Converter
Untuk lebih memahami masalah scaler, coba lihat tabel beberapa contoh resolusi format sinyal video dibawah :
Computer Standard FPD
Resolusi
VGA 640 x 480 (4:3)
SVGA 800 x 600 (4:3)
XGA 1024 x 768 (4:3)
WXGA 1280 x 768 (15:9)
SXGA 1280 x 1024 (5:4)
SXGA+ 1400 x 1050 (4:3)
WSXGA 1680 x 1050 (16:10)
UXGA 1600 x 1200 (4:3)
UXGAW 1900 x 1200 (1.58:1)
QXGA 2048 x 1536 (4:3)
QVGA (quarter VGA) 320 x 240 (4:3)
Analog TV Standard
Resolusi
PAL 720 x 576
PAL VHS 320 x 576 (approx.)
NTSC 640 x 482
NTSC VHS 320 x 482 (approx.)
Digital TV Standard
Resolusi
NTSC (preferred format) 648 x 486
D-1 NTSC 720 x 486
D-1 NTSC (square pixels) 720 x 540
PAL 720 x 486
D-1 PAL 720 x 576
D-1 PAL (square pixels) 768 x 576
HDTV 1920 x 1080
Digital Film Standard
Resolusi
Academy standard 2048 x 1536
Contoh : Dari tabel diatas menunjukkan bahwa gambar dari siaran teve analog sistim PAL (yang sekarang kita pakai), paling bagus hanya dapat menampilkan gambar dengan resolusi 720 x 576. Jika sinyal gambar tersebut akan ditampilkan pada layar LCD jenis WXGA, maka resolusi gambar tersebut harus dikonversikan dahulu menjadi 1280 x 768.
Gambar-gambar dibawah adalah contoh blok diagram teve LCD
clip_image002(gambar diambil dari LG training manual)
clip_image004(gambar diambil dari Service Manual JVC)

+++++++++++++++++++++++++++++++

Belajar LCD. 5 - LVDS

Data gambar-bergerak merupakan transfer-data yang membutuhkan kecepatan sangat tinggi. Makin tinggi resolusi gambar  makin tinggi kecepatan transfer-data yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai macam problem antara lain seperti (a) kebutuhan band-width yang lebih banyak, (b) pemakaian daya listrik yang lebih besar, (c) menimbulkan gangguan noise frekwensi tinggi. Ada beberapa macam teknologi sistim transfer-data  seperti misalnya RS422, RS485, SCSI.
LVDS atau Low Voltage Differential Signaling adalah merupakan salah satu teknologi sistim data-tranfering yang mampu menjawab  problem-problem seperti disebutkan diatas. LVDS mempunyai karakteristik seperti :
  • ·Data-transfer dengan kecepatan tinggi
  • Amplitude sinyal data kecil, sekitar 200 hingga 300 milivolt
  • Kebutuhan daya listrik rendah
  • Sedikit menimbulkan noise
  • Bekerja pada tegangan sangat rendah rendah
  • Menggunakan sepasang kabel yang dipelintir (twisted) dan tidak menggunakan ground sebagai referensi sinyal
  • Data yang dikirim merupakan serial-data, sehingga dapat mengurangi jumlah kabel konektor
  • Relatip murah dibanding teknologi lain
 
Sirkit LVDS terdiri dari :

  • LVDS transmiter - sirkit ada pada bagian main-pcb
  • LVDS receiver – sirkit ada pada bagian pcb TCON yang merupakan kesatuan dari Front Panel Display
  • Konektor kabel LVDS
clip_image002(gambar diambil dari Sanyo Training Manual)
 
Gambar dibawah merupakan blok diagram sirkit LVDS interface.

clip_image004(gambar diambil dari Sanyo Training Manual)
 
clip_image006 clip_image008
  Contoh gambar kabel LVDS
 
 
Kerusakan yang dijumpai pada bagian LVDS

  • Karena sinyal LVDS levelnya rendah, maka jika konektor mengalami oksidasi atau kurang kontak – akan menyebabkan gambar kadang hilang, gambar cacat atau hilang sama sekali
  • Kerusakan pada sirkit transmiter
  • Kerusakan pada sirkit receiver
  • Tidak ada tegangan suply Vcc

++++++++++++++++++++++++


Komentar dari Sarif TV :



  • Makasih artikelnya, bagus sekali. 
  • Masalah kabel yang di pelintir, saya pernah terkecoh - dulu nyambung kabel lvds tidak saya pelintir - dan hasil gambarnya hancur berantakan.
  • Pernah juga tv sharp aslinya kabel nggak di pelintir, cuma ada isolasi/pengikat di kedua ujungnya dan dengan tidak sengaja memindahkan ikatan tersebut - hasilnya gambar juga berantakan.

Belajar LCD.4 - Main-pcb

MAIN-PCB (main-board)
Funsi utama dari main-pcb pada teve LCD adalah memproses berbagai macam sinyal-analog video input menjadi sinyal digital-video agar “cocok “ untuk diumpankan ke layar FPD (Front Panel Display). Berbeda dengan teve CRT dimana sinyal analog-video RGB “tanpa konversi” dapat diumpankan langsung ke CRT, maka pada teve LCD sinyal digital-digital RGB “harus dikonversi” dahulu sebelum dapat diumpankan ke layar FPD
Main-pcb dapat dikategorikan menjadi 2 macam proses, yaitu
  1. Bagian proses analog
  2. Bagian proses digital
 
Bagian proses analog yang merupakan bagian yang tidak berbeda jauh dengan teve CRT, terdiri dari bagian-bagian ;
  • TV tuner – berfungsi untuk menerima siaran teve untuk mendapatkan sinyal CVBS dan audio
  • Audio-Video switch – merupakan switch untuk memilih macam-macam input yang tersedia
  • Video proses (video decoder) – untuk memproses sinyal video sistem PAL-NTSCmenjadi sinyal YUV (Y, Cr, Cb)
  • Audio proses – umumnya merupakan prosesor RF stereo seperti NICAM, A2 (Zweiton)
 
Bagian proses digital yang terdiri dari bagian-bagian ;
  • Mikrokontrol – berfungsi seperti pada teve CRT seperti untuk : front panel kontrol, remote kontrol, pembangkit sinyal RGB OSD, chanel memori, auto-search, kontrol on-off, kontrol AV switch, protektor dll.
  • Analog to Digital Converter (ADC) – berfungsi untuk merubah sinyal video-analog input menjadi sinyal video-digital
  • Scaler – merupakan “inti” dari bagain digital prosesor - berfungsi untuk menyesuaikan sinyal video-digital input menjadi sinyal video-digital output agar “cocok” dengan resolusi layar FPD.
  • LVDS transmiter (tx) – dipakai untuk menghubungkan sinyal video-digital dari bagian scaler dengan kabel (konektor) LVDS.
 
Teve LCD mempunyai konektor video-input lebih komplit dibanding dengan teve CRT biasa. Pada teve LCD yang berkualitas konektor video-in dapat meliputi ;
  • Antena atau RF input – untuk mendapatkan sinyal analog CVBS (composite) dari TV biasa.
  • CVBS (composite) input – biasanya kita sebut AV-in
  • Super VHS (S-VHS) atau Y/C input – merupakan sinyal Luminance (Y) dan sinyal warna yang terpisah – gambar yang lebih bagus dapat diperoleh dari DVD, Camera misalnya.
  • Analog Component (Y,Pb,Pr) input – gambar yang lebih bagus dapat diperoleh dari DVD misalnya
  • Analog RGB input – untuk dapat dihubungkan dengan Personal Computer PC lewat konektor konektor 15-pin D-SUB  ( teve LCD sebagai pengganti layar monitor komputer)
  • Digital Component (Y,Cb,Cr)
  • DVI (Digital Visual Interface)
  • HDMI (High Definition Multimedia Interface)
  • Multimedia card reader
 
Siaran teve yang kita nikmati sehari-hari masih menggunakan sistim-analog. Untuk teve LCD yang dipasarkan dinegara yang sudah mengadopsi teve-sistim digital seperti Amerika, maka Antena RF input digantikan dengan Tuner-digital untuk dapat menerima siaran digital HDTV atau SDTV (siaran teve dengan kualitas gambar yang lebih bagus)
 
++++++++++++++++++++++++++